Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data

Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data

Bentuk penyimpanan abstraksi dari unit penyimpan informasi dalam bentuk fisik adalah file.

File–file dipetakan oleh sistem operasi ke dalam peralatan fisik seperti harddisk. Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan online serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam system operasi.

Dalam materi organisasi sistem berkas adalah bagaimana mengorganisir sebuah record yang ada dalam berkas. Organisasi berkas indeks sequential adalah Berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara berurutan.

Jadi dalam organisasi berkas sequential ini record pertama ditempatkan pada posisi pertama dalam berkas, record kedua ditempatkan pada posisi kedua dalam berkas dan seterusnya. Begitu pula pada waktu pengaksesan dan pada waktu berkas ini digunakan sebagai input, record-record harus diakses secara berurutan.

Apa itu struktur organisasi berkas sequential dalam basis data?

Organisasi berkas sequential adalah cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record-record direkam secara berurutan. Record pertama ditempatkan pada posisi pertama dalam berkas, record kedua ditempatkan pada posisi kedua dalam berkas dan seterusnya. Begitu pula pada waktu pengaksesan dan pada waktu berkas ini digunakan sebagai input, record-record harus diakses secara berurutan.

Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data

Jadi dalam organisasi berkas sequential, bukan berarti bahwa record - record tersebut disimpan dalam urutan numerik. Jika kita ingin menambahkan suatu record pada berkas sequential, maka record tersebut akan terletak pada akhir berkas. Organisasi berkas sequential dapat terdiri dari record-record yang berbeda jenis.

Karena record-record dalam organisasi berkas sequential harus diakses secara berurutan, maka berkas sekuensial lebih sering menggunakan batch processing dari pada interactive processing.

Kelebihan dan Kekurangan Sequential

Adapun keuntungan utama dari teknik organisasi berkas sequential adalah kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat. Sedangkan keterbatasan dari organisasi berkas sequential adalah kita tidak dapat mengakses langsung pada record yang diinginkan.

Pola Akses

Pola Akses adalah penentuan akses berdasarkan field tertentu. Selama pola akses, berkas sequential dapat dipasangkan dengan record-record yang sudah diurut pada berkas, maka waktu aksesnya sangat baik. Jadi kita harus menentukan pola akses terlebih dahulu, kemudian baru menentukan organisasi berkas sequential berdasarkan urutan yang sesuai dengan pola aksesnya, jangan sebaliknya.

Media Penyimpanan Berkas Sequential

Berkas sequential dapat disimpan dalam SASD, seperti magnetic tape atau pada DASD, seperti magnetic disk.         
Beberapa alasan untuk menyimpan berkas sequential pada DASD:
1. Pada umumnya komputer dihubungkan dengan sedikit tape drive, sehingga tidak cukup untuk menunjang program aplikasi yang banyak membutuhkan berkas sekuensial. 

Contoh:
Jika 3 berkas sequential, seperti master file, transaction file dan update master akan oleh sebuah program. Karena hanya ada 2 tape drive, maka salah satu dari ketiga berkas tersebut disimpan dalam disk

2. Sistem yang dikonfigurasikan untuk fungsi berkas tertentu, selalu disimpan dalam disk. 

Contoh:
Printer hanya dapat menerima semua berkas yang akan dicetak, bila terlebih dahulu berkas tersebut disimpan dalam disk. Jadi bila kita ingin membuat sebuah berkas laporan, maka harus ditentukan dari disk ke printer.

3. Karakteristik lalu lintas saluran dan kapasitas saluran pada sistem dapat dibuat menguntungkan dengan cara memisahkan berkas-berkas dalam media penyimpanan. 

Contoh:
Sebuah sistem akan dikonfigurasikan dengan 2 tape drive pada satu saluran dan 2 disk drive pada saluran lain. Jika volume data besar, yang dihasilkan oleh sebuah program dari 2 berkas sekuensial, maka akan menguntungkan bila berkas-berkas tersebut diletakkan pada saluran terpisah, daripada diletakan pada perlatan yang salurannya digunakan bersama-sama.

Pembuatan Berkas Sequential

Pembuatan berkas sequential meliputi penulisan record-record dalam serangkaian yang diinginkan pada media penyimpanan.  :
  • Pembuatan berkas transaksi sequential meliputi tugas-tugas:
  • Pengumpulan data
  • Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin 
  • Pengeditan data 
  • Pemeriksaan transaksi yang ditolak 
  • Penyortiran edit data
Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data

Pembuatan Laporan Berkas Sequential

Dalam pembuatan berkas laporan sequential dikenal 3 jenis record :

1. Header Record :
Mencakup report header, page header dan group header. Dikenal sebagai informasi pengenal (Identifying Information).

2. Detail Record :
Mencakup isi laporan yang umumnya disusun dalam kolom.

3. Footer Record :
Mencakup report footer, page footer dan group footer. Dikenal sebagai informasi ringkasan (Summary Information).

Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data

Retrieval Terhadap Berkas Sequential

Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan. Urutan dimana record tersebut ditulis pada berkas menentukan urutan dimana record tersebut di dapat kembali.  

Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2, yaitu : Report Generation dan Inquiry, yang bergantung pada jumlah data yang dihasilkan.  

Pada umumnya berkas sequential diakses dalam model report generation. Karena record-record harus diakses secara berurutan, tentunya lebih efisien mengakses setiap record dari berkas tersebut. Inquiry dari berkas sequential mengalami hambatan, karena organisasi berkas ini memerlukan pengaksesan record secara satu persatu. Namun ada inquiry yang memerlukan pengaksesan semua record dari berkas.

Hit Ratio Sequential

Banyaknya record yang harus diakses untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dibagi dengan banyaknya record dalam berkas tersebut.
Contoh : 
Inquiry NPM = 0029207 memerlukan pengaksesan record sebanyak 10 dari 100 record yang ada dalam berkas mahasiswa. 
Hit Ratio = 10/100 = 0.1 
  • Semakin rendah hit ratio, semakin tidak baik bila menggunakan organisasi sequential. 
  • Semakin tinggi hit ratio, semakin baik bila menggunakan organisasi sequential.

File Activity Ratio

Banyaknya record pada master file yang di-update dibagi dengan banyaknya record pada master file.

Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data

File Activity Ratio = (1 + 1) / 4 = 0.5 
  • Semakin tinggi file activity ratio, semakin lama proses peng-update-an master file. 
  • Semakin tinggi kebutuhan akan data yang baru pada master file, maka semakin sering file tersebut diakses. 
  • Semakin sering master file di-update, semakin tinggi biaya pemrosesannya.
Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data

Generation File

Selama next cycle pada proses update, new master file yang sekarang akan menjadi old master file. Menjadi banyaknya master file inilah yang disebut sebagai Generation File. File yang mempunyai nama yang sama, tetapi berbeda nomor generasinya. Jika old master sekarang merupakan generasi 1, maka new master berikutnya merupakan generasi 2, new master pada next cycle menjadi generasi 3, dan seterusnya.

Jenis Update Sequential

Ada 3 jenis update yang akan dapat dilaksanakan pada master file : 
1. Insert a new record 
2. Delete an existing record 
3. Modify an existing record 


Post a Comment for "Struktur Organisasi Berkas Sequential Basis Data"

Berlangganan via Email